Mengapa CCTV Sering Mengalami Gangguan Dalam Waktu 6 Bulan?

Mengapa CCTV Sering Mengalami Gangguan Dalam Waktu 6 Bulan?

Dewasa ini, kamera CCTV yang kita kenal adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan pengawasan baik di rumah, perkantoran, toko, gedung dan sebagainya.  Dengan pemasangan CCTV, diharapkan pengawasan dan keamanan dapat ditingkatkan. Namun, berkaitan dengan peralatan elektronik yang mempunyai kerentanan rusak, beberapa customer takut untuk memasang CCTV.

Rata-rata CCTV mengalami kerusakan atau gangguan. Mengapa hal itu dapat terjadi? Berikut gangguan yang sering kali terjadi pada CCTV.

  1. Gambar Silau (Whiting out)

Hasil CCTV silau umumnya terjadi saat kamera CCTV melihat benda yang memantulkan cahaya. Contoh sederhana dalam masalah ini adalah sinar matahari atau lampu yang jatuh di atas lantai maupun dinding berwarna putih. Demikian juga di paving block di halaman, atap mobil box dan ruangan  dengan lampu TL yang menyebar rata semisal factory outlet, studio foto, ruang QC di pabrik dan lainnya. Pada kondisi seperti ini, kamera dengan F Stop rendah cenderung “gagal” dalam  menangkal cahaya kuat. Adakalanya saat kamera ditundukkan ke bawah, gambar menjadi normal, tetapi sayang objek yang ditangkap tidak sesuai dengan keinginan customer.

  1. Gambar Pudar (Faint)

Hasil CCTV pudar ditandai dengan melemahnya warna di semua tepi dari objek yang ditangkap. Penyebab utama biasanya dari kabel yang panjang atau kualitas kabel yang jelek serta power supply yang lemah (drop). Bisa juga dari sambungan connector yang kurang baik (sekalipun hal ini jarang dituding sebagai penyebab utama).

  1. Gambar Bergelombang (Waving)

Hasil CCTV goyang umumnya disebabkan oleh interferensi dari frekuensi rendah, misalnya frekuensi listrik 220V/50Hz dari PLN atau genset.  Bisa juga disebabkan oleh faktor Ground Loop yang kerap terjadi pada instalasi kabel coaxial yang panjang.

  1. Gambar Bergaris

Hasil CCTV bergaris disebabkan oleh gangguan frekuensi tinggi seperti lokasi yang berdekatan dengan pemancar radio siaran, radio amatir dan CB (citizen band). Masing-masing gangguan memiliki ciri khas. Jika gangguannya terus menerus, maka dipastikan dari pemancar radio siaran, sedangkan apabila sesekali namun sering, maka gangguan tersebut berasal dari komunikasi radio amatir atau CB.

  1. Gambar Meteorit
    Istilah meteorit adalah istilah teknis CCTV. Gejalanya mirip seperti meteor atau komet yang “menghiasi” layar monitor. Penyebabnya adalah induksi dari motor-motor listrik seperti bor, generator, dinamo mesin dan semisalnya.

Gangguan di atas 6 bulan

Hal-hal diatas biasanya terjadi pada bulan-bulan awal pasca pemasangan CCTV, namun hal-hal diatas hanya sekedar gangguan ringan, tidak menyebabkan kamera sampai mati.  Namun, jika sudah melewati lebih dari 6 bulan, CCTV biasanya mengalami gannguan yang bisa menyebabkan kamera sampai mati atau penampilan di monitor V-Loss (tidak tampil video).

Berikut hal-hal yang menyebabkan kamera mati atau V-Loss :

  1. Adaptor
    Adaptor merupakan sumber aliran listrik untuk kamera CCTV tersebut. Jika adaptor yang digunakan itu sendiri tidak kompeten pada kebutuhan daya listrik pada kamera maka kamera tersebut tidak mampu mengangkat atau menyala dengan semestinya, solusi untuk mengatasi masalah ini dengan cara mengecek adaptor menggunakan avometer atau juga dikenal multitester, dengan itu kita bisa tahu bahwa adaptor yang kita gunakan ini layak pakai atau sudah tidak dapat dipakai, jika adaptor yang kita gunakan ini rusak maka kita harus menggantinya dengan yang baru atau dengan adaptor yang sama.
  2. Kamera
    Kamera merupakan komponen yang berpengaruh besar dalam CCTV itu sendiri, jika kamera yang kita gunakan itu dalam keadaan mati otomatis gambar pada layar akan hilang atau berwarna biru. Solusi pada kamera mati ini salah satu nya dengan menggunakan kamera tester, jika kamera itu benar dalam keadaan rusak maka kita perbaiki atau menggantinya.
  3. DVR
    DVR merupakan sumber sistem data dari semua perangkat pada CCTV, jika sumber sistem itu mati otomatis semua sistem yang ada pada monitor tidak akan berfungsi semestinya. Kerusakan pada DVR biasa nya disebabkan oleh konsleting pada arus listrik atau gangguan petir atau kilat. Solusi nya adalah cek sebelum ada pemasangan kabel power pada DVR dan mengecek sistem keamanan grounding pada gedung tersebut. Grounding ini merupakan penghantar arus listrik yang terinfeksi pada sistem kelistrikan gedung yang akan mengalihkan ke dalam tanah.
  4. PORT KONEKTOR ATAU BNC

Port konektor atau BNC merupakan titik temu antara kabel kamera dan kabel pada DVR. Jika konektor atau BNC tersebut terdapat gangguan maka gambar pada monitor akan menjadi bergelombang atau hilang. Solusi nya kita harus benar-benar mengkerimping konektor atau BNC dengan teliti atau benar. Usahakan tembaga pada kabel coaxial tidak terhubung pada serabut kabel, dan juga tembaga benar-benar menyentuh bagian dalam konektor atau BNC dan serabut pun harus menyentuh bagian derat pada konektor atau BNC.

Pada permasalahan diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak sembarang CCTV dapat dengan mudah memasang atau mengoperasikan nya tapi kita juga harus tahu poin-poin penting pada sistem CCTV tersebut sudah benar-benar terpasang atau bekerja dengan baik.

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart

[apsl-login-lite login_text=’Social Connection’]